Sajak Pewaris Ilmu
Seusai mengkhatam ilmu di ujung lelah menukarkannya dengan secarik ijazah
Menapaki jalan, merayu embun basah
Mengeja jejak, walau penat menunggu
Dimanakah kita akan diaku?
Sekedar niat, hanya untuk berbagi lagu
Mari, mari guru hebat
Kita bukan pengemis jasa yang ditertawakan langit pucat
Tak akan pernah ditelan malam pekat
Tak akan diinjak lusuhnya jejak, saat ilmu kita ikat
Ikat lekat pada mereka yang mengadu
Pada mereka yang kita sebut murid lugu
Ingatlah, sepanjang siang kita urai
Meski dada sesak karna masih saja mereka tak pandai
Tapi apalah, apalah kita yang tak lihai
Cukup Tuhan yang murni menjadi penilai
Demi secangkir mimpi dan seteguk asa
Mereka berharap selalu pada kita
Melahap sajian ilmu yang kita tata
Untuk senyum mereka di suatu masa
Terus, teruslah jalan itu kita titi
Sebab, jalan kelam mereka kita kan sinari
pena hitam mereka kan kita warnai
Sikap goyah mereka kan kita kokohi
Dan,
Hidup mereka kan kita dakwahi
Lewat tasbih ilmu dan sajadah cinta sejati
Maka, mari berjuang wahai sang pewaris ilmu di balik barisan Rinjani.
No comments:
Post a Comment