Apr 19, 2016

Kesan dan Pesan selama mengikuti SMT SGI

Kesan yang tak luntur sepanjang masa:

Kami datang dengan semangat ingin maju.

Meluangkan waktu untuk kembali mengeja ilmu.
Sejenak melepas waktu bersama keluarga sepanjang minggu.
Tetapi, itutu tak "kan menjadi ranjau pematah asa kita menimba ilmu.

Awal kita bersua, dalam microteaching. Mengajar bergantian dalam tepukan hangat tak pernah hening.

Lalu, mata dan hati semakin mantap terpaku dalam kuliah umum.
Terpatri hati untuk senantiasa belajar dan berbagi dengan penuh senyum.

Lewat Militery Supercamp, dibina kita menjadi pribadi disiplin, kerjasama yang solid, dan fisik yang kuat.
Karena itu hakikat meraih sukses belajar dengan tekad yang bulat.

Guru, tak mesti berkutat pada tugas mengajar yang sudah tak laku.
Dengan PTK, kita membuka paradigma baru bahwa meneliti dan berfikir ilmiah adalah senjata guru untuk maju.

Guru, tak mesti berpesan lewat tutur kata, tapi gambar dan wrna menjadi mantra agar siswa ikut berkarya.
Dengan kelas model, kita belajar menyulap dinding menjadi berharga.

Guru,  tak mesti berkutat pada buku yang beraksara, hingga membuat siswa jenuh tak terpana.
Dengan kelas kreatif, kita berkarya, belajar dari segalanya, hingga siswa terpesona.

Guru, tak mesti berdiri ditatap siswa duduk siap kebosanan.
Dengan kelasku istanaku, kita mengubah gaya, siswa harus nyaman belajar dari segala arah yang tentu menyenangkan.

Guru, tak hanya cukup pandai merangkai kata saat transfer ilmu kepada siswa.
Dengan literasi, kita bisa berlagu dalam kalimat-kalimat bernada.

Guru, tak hanya cukup berceramah dan menyuapi siswa dengan catatan.
Dengan kelas ceria, aktivitas bermain, berlari, berakting, dan saling adu lebih menyenangkan.

Guru, tak boleh memendam ilmu hanya untuk saku sendiri. Lewat proyek sosial, kita merasakan indah dan berkahnya berbagi.

Tak sampai di sana kita menerima segala ilmu yang telah ditelan.
Harus terlihat, sampai mana ilmu itu kita perjuangkan.
Lewat observasi, kita dituntun, sekedar ditengok, sudahkah kita paham apa yang kita cari?
Terima kasih bu Febri dan bu Laely...

Tak... tak lagi ditutup apa yang kita akui,
sebelum kita dipertanyakan dan diuji. Sampai kini, kita tetap berpatri untuk mencari ilmu dari Ilahi Rabbi
Untukmu, ibu pertiwi.

Pesan indah untuk kita, guru hebat di  tanah tioq tataq tunaq ini,
Kawan, tibalah kita di ujung jalan, menajamkan perjuangan, berdikari sendiri.
Lakoni terus dengan ilmu, iman, dan seni.
Tak usah ragu akan lelah dan penat yang menjadi duri.
Karena kita percaya, berbagi ilmu adalah jalan kita menuju surgawi.
Biar, biar kita lelah saat murid tak mengerti
Mereka hanya belum usai berpikir, bukan berarti kita rugi
Tetaplah kita terus berdiri untuk negeri indah ini.
Karena kita adalah srikandi cetakan SGI.
Yang tak pernah kenyang dengan ilmu untuk pengembangan diri.



2 comments: