Mar 17, 2016

Literarasi; fondasi ilmu pengetahuan

"Ikatlah ilmu dengan menulis"
Seuntai kata-kata mutiara dari Khalifah Ali bin Abi Thalib. Menantu Rasulullah saw. yang gemar membaca. Sabda Rasulullah yang sangat berkesan tentang Ali: "Jika Aku adalah kota ilmu, maka Ali adalah pintunya.

Membaca dan menulis bagai keping logam. Biner yang tak berlawanan. Saling melengkapi dan terintegrasi. Jika sudah membaca, maka baiknya dimantapkan dalam tulisan. Begitu sebaliknya, jika mau menulis, hendaklah banyak membaca. Menulis tanpa membaca, akan banyak bohongnya. Dan membaca tanpa menulis banyak bolongnya.

Membaca dan menulisnya selanjutnya disebut sebagai literasi. Literasi itu merupakan fondasi yang harus kuat dan kokoh bagi kita semua dalam belajar. Kebutuhan literasi akan berbeda-beda sesuai dengan usia kita. Sesuai pula dengan jenjang kompetensi secara formal. Sedari kecil mulai mengenal, mengeja dan merangkai.

Literasi yang sangat penting, yaitu membaca. Sebagai muslim, tentu kita sangat ingat  tentang wahyu yang pertama kali yang diturunkan pada Baginda Muhammad saw, yaitu Iqra' yang artinya bacalah. Membaca adalah hal pokok saat belajar.
Belajar, tak hanya secara formal atau dimulai saat usia sekolah saja. Namun, membaca juga dapat dibiasakan mulai dari alam kandungan.

Bagaimana bisa? Tentu sebagai ibu yang harus merutinkan dirinya untuk membaca agar selalu didengar calon bayi. Jika bayi sudah  diajak membaca sedari kecil, sesuai dengan kebutuhan dan kategori bacaannya, maka insyaallah akan terbiasa nantinya. Perkara anak akan cepat bisa  Serahkanlah pada  Ilahi Rabbi, Sang Pemilik Ilmu.


Apalagi di sekolah, membaca merupakan salah satu cara siswa menjadi pintar. Maka, sangat penting dibiasakan budaya membaca. Membaca, tak mesti harus tentang pelajaran. Bagi yang sulit membisakan diri membaca, bisa dimulai dengan membaca cerita yang ringan. Begitu pula dengan menulis. Menulis dirasa bagi semua orang kadang merupakan hal yang sulit dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang seni berbahasa saja.
Padahal, menulis itu sangat gampang dan menyenangkan. Menulis bisa dimulai dengan cerita sederhana. Bisa dengan menulis pengalaman pribadi dalam memasak, membuat tips, dan banyak hal yang bisa ditulis. Agar menulis menjadi lancar, harus diperhatikan tahapan menulis, yaitu: pratulis (merencanakan apa yang ditulis), saat tulis (menuangkan ide dalam tulisan), dan pascatulis (proses editing). Dengan tahapan tersebut, insyaallah tulisan kita akan memuaskan hasilnya, paling tidak untuk konsumsi dan latihan kita sendiri.
Tips dalam menulis biasanya dimulai dengan mencari judul atau bahkan menulis saja dulu, nanti akan ketemu judul yang pas.

Jadi, literasi itu gampang. Asal, kita lakukan dengan santai. Maka, semua akan mengalir.
"Tulislah apa yang dirasakan. Itu menjadi bukti bahwa kita merasakan hidup. (Bunda Aghi).

Semalat berliterasi para literat.

No comments:

Post a Comment