Jul 8, 2013

Jalan-jalan Ke Nipah with Komunitas Pade Angen

Nipah is Seruuu!!!
Mau seru-seruan liburan. Nipah aja yuk!!!
Mengapa mesti Nipah? Harus dibaca ne...
Bismillah, semoga liburan itu diberkahi Allah. Nipah is romatic. Lihat pantainya ne!


Awalnya sih ini direncanakan seminggu sebelumnya bersama teman-teman SMA, Komunitas Pade Angen. Kelas XII IPA 3. Tapi liburan ini disetujui semalam sebelum keberangkatan. Maklumlah, udah 6 tahun lulus SMA, semua pada sibuk. Lamaaaa sepakatinnya. Dan yang bisa pergi hanya para lajang dan sepasang pasturi, pasutri yang belum berlaba. Ngerti berlaba kan? Orang sasak bilang ndekman bebati:  belum punya anak.
Kenapa mesti ke Nipah? Soale dulu aku pernah sore-sore ke Nipah, makan ikan bakar. Mantap!!! Kenapa sih tanda seru lagi, moga gak ada yang bilang tulisan saya alay, tanpa EeYeDe. Sudah mantap gitu, sunsetnya keren banget. Ups, Subhanallah... (Saya ganti deh, gak pake tanda seru lagi). Wah, lautnya jadi orange. Burung-burung  melintas di sawang. Berpencar berbagi energi. Ombak makin menyurut. Jauh terjangkau oleh langkah pendek. Ikan-ikan lenyap. Ya iyalah, udah kemakan semua. Hehehe...

Nipah itu seru deh!!! (tanda seru lagi). Meski terletak jauh dari Mataram, tapi mengasyikkan sepanjang perjalanan. Orang-orang juga kebanyakan menyebutnya Tanjung Nipah. Nipah itu ada di Desa Malaka, Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, singkat saja “Kelu” capek kalo “Ka-el-Uu”.

Kalau dari Mataram, ambil saja jalan Ampenan, tapi kalau sudah dari Gunung Sari atau KLU, jangan ke Ampenan ya! (Ni sih wajar tanda seru, soale kalimat perintah) Hehe... Ampenan kota tua itu meski padat, tapi unik, bersejarah. Setelah melewati Ampenan lalu kita terhubung dengan Meninting. Sepanjang Meninting, Area pantainya full dengan bangunan untuk akses pariwisata. Mulai dari hotel, spa, kuliner, cafe, hotspot, artshop. Pantainya kalau gak salah ya pantai Montong Buwuh, Melase, Pesisi Batu Layar, Batu Bolong, Duduk, Senggigi, Kerandangan 1, Kerandangan 2, Mangsit, Spangi, Malaka,  Malimbu, lalu Nipah. Kebayang jauh kan? Tapi eits, sepanjang perjalanan  bakal melihat panorama yang indah. Sepanjang kiri jalan pantai pandangan yang elok dipandang mata. Deburan ombak di tengah birunya bahari. Lembaian nyiur tinggi merindangkan pasir. Bangunan megah nan eksotik. Tapi untuk anak-anak, siapkan kacamata kuda (agar tidak menoleh kiri-kanan), sepanjang pinggiran jalan raya Senggigi sudah dipadati Baliho artis seksi dan wisatawan asing yang meramaikan jalanan Sengigigi. Astagfirullah wa ’atubuilaihi!!! (Wajar lagi tanda seru, benar-benar mengajak istigfar).

Menuju Nipah memang jalannya sudah sangat mulus, tapi banyak tanjakann – turunan juga. Kalau pakai kendaraan, mesti pakai yang antimogok atau cepat oper giginya. Kasian nanti, di tengah tanjakan mobilnya mogok.
Sesampai di Nipah, silahkan langsung menikmati pemandangannya. Ini kami berikan foto-fotonya, hasil dari fotografer Hamdi Al- Pujudi. Saya, Aliza Fatimah juga ikut jeprat-jepret ala kadarnya. Menampilkan model-model: Sita Arilah Ichsan (Gak punya FB, hoby ngetweet aja), Fahree Zaal ChairilDedik HendraYadi Try Ema and bang James, Welli Hamid's,  dan Justo Banyuan Generasi Baru
Acara Penyikatan Makanan. Semua pada malu, kecuali aku... hehehe.
Pelecingnya belum datang.

Nipah memang bagus. Sampai sana bisa langsung pesan ikan bakar, Cumi bakar, Pelecing kangkung. Tapi sayang, udah enak-enak gitu,masih aja ada teman yang cari sayur bening. Wahhh, mending sayur asin aja sono di laut!!! (ini baru lebay). Nipah bisa memanjakan kita. Bisa bermain kano, berfoto di dekat jejeran perahu-perahu (daripada di jejeran bunga-bunga) hehehe... Ada kamar mandi dan musholla berbentuk kubus lagi. Apalagi kalau sore menjelang sunset, kita bisa lari dan main bola di lapangan Nipah. Buah kepala tinggal dipetik langsung bayar lagi. 
 Habis dari Nipah, hari masih terasa panjang untuk dinikmati bersama. Lalu, kami duduk di pinggir jalan melewati Senggigi menunggu sunset sambil makan jagung bakar. Bersama-sama kalian memang seru, kawan. Masih rame. Tapi tetap seru menghabiskan waktu di Nipah. Hayoo, jangan sampai baca aja, ambil motor langsung go!!!

Trims buat Emma ma abangnya yang bayarin kita. Buat Welly Hamids yang udah sopirin kita, hehe yang udah mau tumpangin kita. Buat Hamdi atas dokumentasinya. Buat yang lain trims waktu dan kebersamaan kita ya!!! 

3 comments:

  1. Anonymous7/08/2013

    mushola bentuk kubus? *ngebayanginnya susah :) pose ente gaya profesional, itu kamera uda on belum qiqiqi :D

    ReplyDelete
  2. Makanya bu Properti kudu ke Nipah. Kalau gak mau ikan bakar, bis serut kelapa. Khusus buat mom langsung minum di atas pohonnya.
    Kamera sudah on dunk... kan photographcholic. Gitu ya istilahnya. (Eh kita buat-buat aja deh)...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anonymous7/14/2013

      hahaha.. istilahmacam apapula itu.. Nipah ya.. ok... ntar bisa jadi must visit neh.. :)

      Delete