Lelaki hitam itu kini makin aku sayangi. Mungkin dulu ia
putih sepertiku. Tapi, karena sawah garapan selalu ia jamah, hingga
lama-kelamaan menggosongkan kulitnya. Aku menulis ceritanya pada episode
orang-orang yang berjasa dalam hidupku. Anugerah dan karunia dari Allah Ta’ala,
beliau selalu di sampingku, hingga aku mengenal dunia dan bagaimana cara
menaklukkannya.
Insan mana yang tak akan menyayanginya. Sifatnya penyayang
dan tanggung jawab darinya yang aku banggakan. Aku sangat mencintainya setelah
ibu. Dia akan rela menahan lapar jika aku belum makan. Ia rela berkuyup
keringat, bahkan menerjang badai untukku. Kami sangat dekat. Setelah ibunya,
istrinya, lalu aku. Segala kisah sedih dan bahagia ia curahkan. Tentunya,
setelah ia anggap aku dewasa.
Dulu, ia bukan petani. tetapi, pekerja seni yang tidak
berkembang. Aku bisa membuat prakarya mungkin salah satu gen seni standarnya
mengalir ke jiwaku. Ya, lumayan juga sih. Perabotan rumah yang dari kayu dan
besi, mampu ia kerjakan sendiri.
Dia, lelaki sederhana, tapi sayang agak diacuhkan. Aku
sangat ingin membalas jasanya. Moga karena aku dan lewat hidupku, ia akan
dipandang semua orang.
Hampir seperempat abad mungkin aku hidup di sampingnya.
Berbagai duka dan lara kami khatam bersama. Mulai aku ingusan hingga kini.
Hidup kami awalnya menumpang. Tapi, berkat seni standarnya, ia membuat ribuan
bata di atas tanah warisannya. Setengah lahannya ia tanami tebu. Bata-bata itu
ia susun menjadi rumah kecil enam ruangan. Dari laba tebu, kami hidup. Rumah
itu, kian lama makin melebar. Istana bagiku. Hasil ulatan tangannya sendiri.
Sesekali aku melihat tangan tebalnya membuat lem dari kanji.
Lalu ia rekatkan di kertas-kertas. Belakangan aku tahu, bahwa ia pencetak buku.
Sering kudapati ia pulang malam. Aku tahu, ia bekerja untuk kami. Semoga Allah
Ta’ala selalu merahmatimu, Bapak.
pekerja seni yang tidak berkembang... mhm...
ReplyDeletesaya pernah memiliki ide untuk mengembangka potensi orang tua saya, terutama ibu. Dia pintar hanya saja ya.. ane rasa yang kurang adalah supporter dan inspirator.. Tapi akhir-akhir beliau beberapa kali mengungkapkan bahwa beliau ingin kuliah lagi.. tapi lebih dari itu saya ingin dia belajar teknologi, komputer lah at least.. dan internet, (gue mau nyuruh dia ngeblog) jadi pemikirannya yang bagus-bagus itu bisa terlihat dan ya.. terbaca. Kapan-Kapan upload saja karya seni yang terpendam tu Za.. setidaknya dikaw bisa share talenta bokap ente.. :)
Allahuakbar... Beruntungnya kita ya, Allah anugerahkan orang2 yang menginspirasi dan nggak jauh2,yaitu orang tua kita...
ReplyDelete"Keep our smile" ^^"
yoa vy.. jangan mau kalah tulis juga tentang Abah :) (yang suka Rhoma) hihi
DeleteGood.... Yang penting kita juga mesti tetap memberi dukungan kepada orang tua kita. Berbakti dalam bentuk apapun dan kapan pun..,
ReplyDelete